Margasari Kabupaten Tegal Banjir Lagi, 2 Desa Terendam Hingga 1 Meter

Margasari Kabupaten Tegal Banjir Lagi, 2 Desa Terendam Hingga 1 Meter

ASESMENT - Sejumlah petugas PMI bersama tim gabungan melakukan evakuasi dan asesment terhadap korban bencana banjir di Margasari, Kabupaten Tegal, Sabtu 17 Januari 2026.-YERI NOVELI-

MARGASARI, radartegal.com Musibah banjir kembali terjadi di MARGASARI Kabupaten Tegal. Dua desa di wilayah tersebut terendam air hingga ketinggian 1 meter, Sabtu malam 17 Januari 2026.

Banjir di Margasari Kabupaten Tegal terjadi pasca hujan deras yang mengguyur wilayah selatan selama hampir empat jam.

Sungai Kumisik tidak mampu menahan debit air dan meluap, merendam permukiman serta jalan desa di Desa Pakulaut dan Desa Kaligayam, Kabupaten Tegal.

Banjir di Margasari Kabupaten Tegal terjadi sekitar pukul 19.30 WIB, setelah hujan turun sejak pukul 14.00 WIB hingga 18.00 WIB tanpa jeda. Air meluap cepat, mengepung rumah-rumah warga dengan ketinggian bervariasi antara 40 hingga 100 sentimeter.

BACA JUGA: Layani 3.000 Warga Terdampak Banjir di Pemalang, Dapur Umum Didirikan

BACA JUGA: Cegah Banjir di Brebes, DPU Normalisasi Saluran Drainase

Di Desa Pakulaut, banjir merendam RT 04 RW 06 dan RT 06 RW 06, sementara di Desa Kaligayam, genangan terjadi di RT 01 RW 01. Sejumlah warga terpaksa menyelamatkan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi, sementara akses jalan desa sempat lumpuh akibat genangan air.

Ketua PMI Kabupaten Tegal Iman Sisworo, membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan pihaknya langsung bergerak cepat ke lokasi begitu menerima laporan.

“Hujan deras di wilayah selatan Margasari menyebabkan Sungai Kumisik meluap. Akibatnya, beberapa rumah warga dan jalan terendam air dengan ketinggian mencapai satu meter. Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” ujar Iman Sisworo, Sabtu malam.

Menurutnya, hingga saat ini kerugian material masih dalam proses pendataan. Namun, PMI telah mengidentifikasi sejumlah kebutuhan mendesak bagi warga terdampak.

BACA JUGA: Guci Diterjang Banjir Bandang usai 49 Hektare Hutan Rusak, Lereng Gunung Slamet Mendesak Diselamatkan

BACA JUGA: Antisipasi Banjir di Perkotaan Brebes, DPU Libatkan Tim Sijaga

“Kebutuhan utama saat ini antara lain pompa air atau alkon untuk penyedotan genangan, alat kebersihan, material bangunan, serta bantuan sembako,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait