Sidakaton Tegal Kebanjiran! PMI Bagi Ribuan Nasi Bungkus dan Dirikan Dapur Umum
BANTUAN - Tim PMI saat mendistribusikan nasi bungkus kepada keluarga terdampak banjir di Desa Sidakaton, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal, Rabu (31/12/2025).--
DUKUHTURI, radartegal.com– Desa Sidakaton Tegal kebanjiran sejak Senin 29 Desember 2025 sore hingga Selasa 30 Desember 2025 dini hari.
Ketua PMI Kabupaten Tegal Iman Sisworo, mengatakan pihaknya bergerak cepat dengan menyalurkan bantuan logistik dan mendirikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak.
“Begitu menerima laporan banjir, PMI Kabupaten Tegal langsung turun ke lokasi. Kami mendirikan dapur umum dan mendistribusikan makanan siap saji kepada warga yang terdampak banjir,” ujar Iman, Rabu 31 Desember 2025.
Banjir menerjang wilayah Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal dan merendam pemukiman warga.
BACA JUGA: Korban Banjir dan Rumah Ambruk di Adiwerna Dapat Bantuan, Pemkab Tegal Gandeng PMI
BACA JUGA: Sungai Meluap, Banjir Kepung Kecamatan Adiwerna Tegal
Desa Sidakaton yang merupakan kampung warteg menjadi salah satu wilayah terparah.
Banjir terjadi akibat meningkatnya debit aliran sungai yang melampaui batas atas talut dipicu hujan lebat disertai angin kencang yang mengguyur wilayah tersebut sejak pukul 16.30 WIB hingga 18.00 WIB.
Akibatnya, air meluap dan menggenangi rumah warga di RT 01, RT 02, RT 03, RT 04 RW 12, serta RT 03 RW 09 dan RT 02 RW 11 Desa Sidakaton.
Pantauan di lapangan menunjukkan ketinggian air terus bertambah dan meluas hingga ke jalan desa dan halaman rumah warga. Meski demikian, dalam peristiwa tersebut tidak dilaporkan adanya korban jiwa.
Pada tahap awal, PMI menyalurkan 300 bungkus nasi yang diserahkan langsung kepada perangkat desa dan dibagikan melalui masing-masing ketua RT. Seiring kondisi banjir yang belum surut dan debit air yang terus meningkat, PMI kembali menambah bantuan.
“Hari ini kami kembali mendistribusikan bantuan berupa 780 bungkus nasi yang dibagikan langsung kepada warga dan ketua RT di Desa Sidakaton. Bantuan ini diharapkan bisa meringankan beban masyarakat yang aktivitasnya terganggu akibat banjir,” ujarnya.
Iman menjelaskan, banjir mulai merendam permukiman warga sejak Selasa 30 Desember 2025 sekitar pukul 03.00 WIB. Air masuk ke rumah-rumah warga dan merendam sejumlah perabotan, sehingga banyak warga terpaksa bertahan di rumah sambil menunggu air surut.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
