Jawa Tengah Tawarkan Investasi ke Brunei, Ini Sejumlah Bidang yang Ditawarkan
PERTEMUAN - Gubernur Ahmad Luthfi tawarkan peluang investasi di Jawa Tengah ke Brunei Darussalam saat pertemuan dengan Pengiran Muda Abdul Qawi ibni Mohamed Bolkiah dan Tengku Amalin Aishah Putri binti Sultan Ismail Petra, di Jakarta, Senin, 29 Desember 2-istimewa-
JAKARTA, radartegal.com - Jawa Tengah (Jateng) tawarkan investasi ke Brunei Darussalam. Tawaran ini disampaikan langsung Gubernur Jateng Ahmad Luthfi saat mengadakan pertemuan dengan kerabat Kasultanan Brunei Darussalam, Pengiran Muda Abdul Qawi ibni Mohamed Bolkiah dan Tengku Amalin Aishah Putri binti Sultan Ismail Petra, di Jakarta, Senin, 29 Desember 2025 malam.
"Pertemuan itu untuk mengakrabkan hubungan antara Brunei Darussalam dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Kami kemudian menyampaikan beberapa peluang investasi," kata Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Provinsi Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko, usai mendampingi Gubernur Ahmad Luthfi bertemu dengan kerabat Sultan Brunei Darussalam.
Pada pertemuan tersebut ada sejumlah bidang yang ditawarkan untuk kerja sama. Di antaranya pengembangan green energy, pengembangan Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW), dan pengembangan Pasar Agro Digital Modern Soropadan.
Sujarwanto menyampaikan, pada bidang green energy dibahas mengenai tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya, saat di Malaysia.
BACA JUGA:Pertumbuhan Ekonomi Jateng 2025 Capai 5,37 Persen, Akademisi Acungi Jempol Gubernur
BACA JUGA:Sterilisasi Gereja untuk Ibadah Natal 2025, Kapolda Jateng Minta Tingkatkan Patroli di Jam Rawan
Waktu itu ada satu nota kesepemahaman yang ditandatangani dengan PT JPEN (Jateng Petro Energi), mengenai rencana pengembangan teknologi Solar PV (photovoltaic) pada pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terapung di Jawa Tengah.
Berikutnya adalah pengembangan Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) Semarang. Sesuai instruksi Gubernur Ahmad Luthfi, pengembangan KIW diarahkan untuk mendorong pemanfaatan green energy dan green industry.
"Gubernur menghendaki semua kawasan industri itu musti menggunakan green industry,” kata dia.
Sementara untuk bidang pertanian, pihaknya menawarkan pengembangan Pasar Agro Digital Modern di Soropadan, dan menjadikan Jawa Tengah sebagai pusat benih nasional.
BACA JUGA:Anatisipasi Kelangkaan Saat Nataru, Pengawasan Distribusi BBM dan LPG di Jateng Diperketat
BACA JUGA:Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Sapa Jemaat, Ucapkan Selamat Natal dan Doa untuk Keselamatan Negeri
Hal ini sejalan dengan arah pembangunan Jateng 2026, yakni meneguhkan posisi Jateng sebagai lumbung pangan nasional.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

