Banyak Masalah Proyek APBD di Lapangan, Perjakon Kabupaten Tegal Siap Menjembatani
PROYEK APBD - Ketua Perjakon Kabupaten Tegal menyatakan komitmen untuk menjadi jembatan masalah proyek APBD di lapangan.-Yeri Noveli/Radar Tegal Grup-
SLAWI, radartegal.com - Tidak bisa dimungkiri, banyak masalah proyek APBD di lapangan. Karena itu, Persatuan Rekanan Jasa Konstruksi (Perjakon) Kabupaten Tegal siap menjembatani untuk mencari solusi terbaik.
Hal ini ditegaskan Ketua Perjakon Kabupaten Tegal, Eri Siswanto, saat silaturahmi bersama awak media dan LSM di Taman Rakyat Slawi Ayu (Trasa), Sabtu 27 Desember 2025.
Menurutnya, persoalan klasik masih kerap muncul dalam proyek APBD. Permasalah itu antara lain komunikasi yang tersendat, informasi yang simpang siur, hingga potensi salah paham di lapangan.
Di titik inilah Perjakon Kabupaten Tegal mengambil peran strategis. Organisasi yang mewadahi para pelaku jasa konstruksi ini, menyatakan siap menjadi fasilitator sekaligus mediator berbagai persoalan proyek konstruksi yang dibiayai APBD. Termasuk menyosialisasikan aturan-aturan baru kepada rekanan.
BACA JUGA:Menteri LH Imbau Warga di Tegal Terus Berkontribusi Tangani Sampah
BACA JUGA:Gercep Polisi Lacak Ponsel Wisatawan yang Tertinggal di Obyek Wisata PAI Tegal, Begini Endingnya
“Tujuan kami sederhana tapi penting, mempersatukan teman-teman rekanan dan memecahkan masalah bersama-sama. Semakin banyak yang bergabung, semakin mudah kita menyelesaikan persoalan di dunia konstruksi,” tegas Eri.
Menurutnya, Perjakon hadir sebagai ruang komunikasi yang terbuka dan humanis. Tidak hanya bagi kontraktor, tetapi juga untuk media, lembaga masyarakat, maupun pihak eksternal lain yang membutuhkan informasi atau klarifikasi terkait proyek di lapangan.
“Kalau ada persoalan, baik teknis maupun administratif, silakan sampaikan ke Perjakon. Kami siap memfasilitasi dan memediasi dengan pihak-pihak terkait. Ketika sudah buntu di lapangan, tanya ke kami,” ujarnya lugas.
Eri mengungkapkan, pembentukan Perjakon merupakan inisiatif pribadinya yang berangkat dari kegelisahan melihat minimnya ruang dialog di sektor konstruksi.
BACA JUGA:Cuaca Ekstrem, 2 Rumah Warga Tegal Rusak Parah Diterjang Angin Kencang
BACA JUGA:Dukung Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Tegal, Polres Dirikan 4 Dapur SPPG
Meski baru terbentuk pada September 2025 dan masih sederhana, Perjakon disebut memiliki visi besar ke depan.
“Kami bahkan berencana menjadi DPP. Sudah ada komunikasi dengan rekanan dari luar daerah seperti Pati, Rembang, Banyumas, Purbalingga, dan daerah lainnya untuk bergabung. Ini wadah yang baik untuk membangun keakraban yang benar-benar humanis,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

