8 Pekerja Asal Brebes Terlantar di Maluku Utara, Ini Penyebabnya
Sejumlah pekerja asal Kecamatan Bulakamba dikabarkan terlantar di Kota Ternate, Maluku Utara.(Istimewa )--
BREBES, radartegal.com - Sejumlah pekerja asal Kecamatan Bulakamba dikabarkan terlantar di Kota Ternate, Maluku Utara. Pekerja yang berjumlah delapan orang ini sudah terlantar dan terlunta-lunta sejak sepekan terakhir.
Informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, mereka berangkat pada Oktober 2025 lalu. Saat itu, mereka berangkat atas ajakan seorang temannya dan dijanjikan bekerja sebagai helper atau peladen tukang bangunan di bidang kontruksi.
Mereka dijanjikan upah sebesar Rp160 ribu per hari, dan dibayar setiap bulan. Akan tetapi, saat pembayaran mereka tidak mendapatkan gajih secara utuh sesuai yang dijanjikan.
"Sudah sempet kerja selama sebulan, saat mau gajian, tau-tau ada potongan tanpa ada pemberitahuan. Potongannya Rp2,3 juta, belum lagi di potong Rp50 ribu kalo lebih dari empat hari. Kerjanya kaya robot," ujar Aji Subondo salah satu korban terlantar dari Desa Pakijangan saat dikonfirmasi 11 November 2025.
BACA JUGA: Mendekati Deadline, OPD di Tegal Diminta Selesaikan Pekerjaan Sesuai Target
Lantaran banyaknya potongan itulah, kata dia, mereka merasa tidak mencukupi untuk biaya hidup lataran harga yang serba mahal. Para pekerja akhirnya kehabisan uang, tidak bisa pulang, bahkan harus tidur di pelataran ruko.
"Nasi bungkus aja Rp30 ribu sebungkus, beli satu terus makan berdua. Kadang makan sehari cuman dua kali. Untuk bertahan hidup sementara minta di transfer dari rumah kadang juga kerja serabutan kalo ada kerjaan," terangnya.
Camat Bulakamba Setiawan Nugroho saat dikonfirmasi membenarkan bahwa delapan warganya terlantar di Maluku Utara. Dia menyebut Pemerintah Kabupaten Brebes melalui Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) telah menyatakan siap membantu proses pemulangan.
"Iya kami sudah berkordinasi dengan koordinasi dengan dinas terkait agar para pekerja bisa kembali ke kampung halaman mereka. Warga yang terlantar ini juga sudah menjadi atensi bupati untuk segera dipulangkan," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


