Bukan Sekadar Gorengan! Ini Sejarah Tempe Mendoan Asli Banyumas yang Masih Eksis

Bukan Sekadar Gorengan! Ini Sejarah Tempe Mendoan Asli Banyumas yang Masih Eksis

Tempe Mendoan Khas Banyumas --

Radartegal.com - Siapa yang tidak kenal dengan tempe mendoan? Gorengan khas dari daerah Banyumas, Jawa Tengah, ini dikenal dengan teksturnya yang lembut dan digoreng setengah matang. 

Disajikan hangat bersama sambal kecap pedas, tempe mendoan tak hanya menjadi camilan favorit, tapi juga warisan kuliner yang sarat makna budaya. Tempe mendoan berasal dari kata “mendo,” yang dalam bahasa Banyumasan berarti lemas atau setengah matang. 

Nama ini merujuk pada cara menggoreng tempe yang hanya sebentar di dalam minyak panas, sehingga bagian dalamnya masih terasa lembek dan tidak kering seperti gorengan biasa. Tradisi membuat mendoan sudah ada sejak puluhan tahun lalu di wilayah Banyumas dan sekitarnya. 

Awalnya, mendoan hanya disajikan dalam acara keluarga atau hajatan. Namun seiring waktu, makanan ini menjadi populer dan mudah ditemukan di berbagai warung makan, pasar tradisional, hingga restoran modern.

BACA JUGA: Bikin Nagih! Ini 5 Tempat Makan Tempe Mendoan Paling Enak di Purwokerto

BACA JUGA: Wajib Coba! Tempe Mendoan Jumbo di Purwokerto Ini Bisa Dimakan Bareng Sekeluarga

Sejarah Tempe Mendoan

Tempe mendoan berasal dari kata "mendo" yang berarti setengah matang dalam bahasa Jawa Banyumasan. Setengah matang tersebut diambil dari teknik dimasaknya tempe mendoan. 

Tempe mendoan digoreng setengah matang ternyata memiliki sejarah dibalik hal tersebut. Pada zaman dahulu tempe mendoan dibuat sebagai makanan cepat saji. 

Hal tersebut bertujuan untuk mempersingkat waktu pembuatan. Sehingga, waktu tidak habis terbuang untuk menunggu hingga tempe digoreng menjadi sangat kering.

BACA JUGA: 5 Wisata Buat Solo Traveler di Purwokerto, Bisa Akses Kendaraan Umum

BACA JUGA: 5 Cafe Hits di Purwokerto Mudah Diakses Tanpa Masuk Gang

Tempe mendoan muncul ketika makanan berbahan baku kedelai yang bernama "tempe" mulai tumbuh dan banyak dikonsumsi di seputar Asia Tenggara, Wilayah China dan Indocina. Kedelai dibawa oleh masyarakat Asia Tengah ketika bermigrasi ke Tenggara. 

Pada saat itulah tempe mendoan muncul dan menjadi kudapan yang nikmat untuk disantap. Tempe mendoan ternyata sudah ada dari satu abad. 

Pada awal tahun 1960-an tempe mendoan mulai menjadi komoditas ekonomis dan dikelola secara komersial dalam dunia kepariwisataan. Tempe mendoan bukan sekadar kudapan nikmat untuk menemai minum teh atau secangkir kopi, namun sudah menjadi ujung tombak dari pariwisata Kabupaten Banyumas.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: