Terungkap! Mitos Kutukan Raja Tut & Misteri Kematiannya

Terungkap! Mitos Kutukan Raja Tut & Misteri Kematiannya

Dari kematian Lord Carnarvon hingga ilmuwan, benarkah kutukan ini nyata? Simak bukti ilmiahnya!--

Radartegal.com - Mitos Kutukan Raja Tut telah menjadi salah satu cerita paling misterius dalam dunia arkeologi. Legenda ini menyatakan bahwa siapa pun yang mengganggu makam Firaun Tutankhamun akan mengalami nasib buruk, mulai dari sakit parah hingga kematian.

Popularitas Mitos Kutukan Raja Tut meledak setelah Howard Carter menemukan makam Tutankhamun pada tahun 1922. Banyak yang percaya bahwa kematian-kematian yang terjadi setelah penemuan tersebut adalah akibat kutukan.

Asal-usul Mitos Kutukan Raja Tut terkait erat dengan kematian Lord Carnarvon, pendana ekspedisi Carter. Ia meninggal karena infeksi gigitan nyamuk, namun media langsung menghubungkannya dengan kutukan.

Meskipun Mitos Kutukan Raja Tut terus dipercaya, para ilmuwan telah memberikan penjelasan logis. Faktor seperti bakteri, radiasi, dan kebetulan mungkin menjadi penyebab sebenarnya di balik kematian-kematian tersebut.

BACA JUGA: Mitos Naik Sepeda Motor Malam Hari, Penyebab Paru-paru Basah?

BACA JUGA: Mitos Kiai Tunggul Wulung Penjaga Gunung Kelud

Asal mula mitos kutukan Raja Tut

Mitos "Kutukan Firaun" atau lebih spesifik lagi, "Kutukan Raja Tut," berakar kuat pada serangkaian peristiwa tragis yang terjadi tak lama setelah pembukaan makam firaun muda Tutankhamun pada tahun 1922.

Penemuan spektakuler oleh Howard Carter ini menarik perhatian dunia, namun segera diselimuti aura mistis ketika Lord Carnarvon, sosok yang mendanai ekspedisi tersebut, meninggal dunia hanya beberapa bulan setelah makam dibuka.

Meskipun secara medis penyebab kematiannya adalah infeksi yang dipicu oleh gigitan nyamuk, media massa pada saat itu segera menyambungkan kejadian ini dengan klaim adanya kutukan kuno yang melindungi makam tersebut, memicu imajinasi publik dan mengukuhkan narasi sensasional.

Penyebaran mitos ini semakin diperkuat oleh serangkaian kematian lain yang menimpa beberapa anggota tim ekspedisi atau mereka yang terkait langsung dengan penelitian makam. Arthur Mace, seorang ahli Mesir Kuno yang membantu Carter dalam pembukaan sarkofagus, meninggal tak lama setelahnya karena pneumonia.

BACA JUGA: Mengungkap Fakta Mitos Seputar Serangan Jantung yang Perlu Diluruskan

BACA JUGA: Fakta Medis di Balik Mitos Kerokan, Mengobati Masuk Angin?

Demikian pula, Sir Archibald Douglas Reid, ahli radiologi yang menganalisis mumi Raja Tut, juga berpulang dalam waktu singkat. Setiap kematian ini, meskipun dapat dijelaskan secara medis atau kebetulan, terus-menerus dihubungkan oleh media dan khalayak ramai dengan kutukan yang diduga telah dilepaskan saat makam itu diganggu.

Meskipun banyak kematian ini memiliki penjelasan logis – beberapa individu memang sudah lanjut usia atau memiliki masalah kesehatan sebelumnya – narasi kutukan tetap lebih menarik. Ketertarikan publik terhadap hal-hal mistis dan keinginan media untuk menciptakan cerita yang dramatis berperan besar dalam memperkokoh mitos ini.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: