Respon Tenaga Ahli Soal Rabat Beton di Sidamulya Tegal yang Gunakan Bambu

Respon Tenaga Ahli Soal Rabat Beton di Sidamulya Tegal yang Gunakan Bambu

MATERI - Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Infrastruktur Desa P3MD Kemendes PDT, Akhmad Shaomy Nugroho,ST, saat mengisi materi dalam sebuah acara.--

SLAWI, radartegal.com - Pembangunan jalan rabat beton di Desa Sidamulya, Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal mendapat respon dari Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Infrastruktur Desa P3MD Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDT), Akhmad Shaomy Nugroho,ST, Kamis (12/6).

Menurut ahli infrastruktur Kemendes PDT yang bertugas di Kabupaten Tegal ini, tulang rabat beton yang menggunakan bambu itu tidak masalah. Jika mengacu pada Rencana Anggaran Biaya (RAB), pembangunan jalan rabat beton di Desa Sidamulya, memang tidak didesain dengan tulang besi maupun bambu. 

"Kemungkinan itu jalan desa, sehingga tidak dilewati kendaraan berat. Maka tidak perlu menggunakan tulangan besi," kata Shaomy, sapaan akrab tenaga ahli ini.

Jalan rabat beton sepanjang 137 meter dengan lebar 3 meter dan ketebalan 20 sentimeter serta dengan mutu beton K 250 ready mix ini dipastikan sudah benar.

BACA JUGA: Dianggarkan Rp122,3 Juta, Peningkatan Jalan Rabat Beton di Desa Sidamulya Tegal Tak Pakai Besi

BACA JUGA: Diaspal dan Dirabat Beton, Jalan Desa Padaharja di Tegal Tak Kumuh Lagi

"Artinya, tanpa tulangan pun itu sudah proper, sudah mencukupi kaidah teknis untuk jalan desa," cetusnya.

Diperoleh informasi, penambahan tulangan bambu pada rabat beton itu merupakan inisiatif dari masyarakat karena tidak dianggarkan dalam RAB.

Dia menyatakan, keberadaan bambu tersebut justru membantu kekuatan rabat beton. Ketika dipasang di rabat beton, bambu memiliki dua gaya. Yaitu gaya tekan dan gaya tarik.

"Jadi masing-masing ujung bambu akan saling tarik. Kalau sama-sama menarik, itu akan lebih kuat," ujarnya.

BACA JUGA: Bakal Semulus Tol, Jalan Penghubung Antardukuh Desa Rembul Pemalang di Rabat Beton

BACA JUGA: Warga Minta Jalan Kertayasa-Bongkok Dirabat Beton, Anggota DPRD: Aspirasi Akan Disampaikan ke Komisi Dewan

Dia menegaskan, jalan rabat beton dengan menggunakan tulang bambu itu tidak melanggar.

"Sebab itu cuma jalan desa, jadi cuma kendaraan kecil saja yang lewat," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait