Antisipasi Gelombang PHK di Brebes, Dinperinaker Sosialisasi AK1 Plus
Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Brebes mulai gencar melakukan sosialisasi Kartu Kuning Plus atau AK1 Plus.(Istimewa)--
BREBES, radartegal.com - Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) BREBES mulai gencar melakukan sosialisasi Kartu Kuning Plus atau AK1 Plus. Terbaru Dinperinaker sosialisasi di PT Victory Footwear Indonesia yang berada di jalan pantura Desa Bangsri Kecamatan Bulakamba, Rabu 21 Mei 2025.
Kartu AK1 Plus ini diluncurkan sebagai langkah antisipasi terjadinya gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK). AK1 Plus ini sudah diluncurkan oleh Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma.
AK1 Plus tersebut disiapkan bagi pekerja atau buruh yang kena PHK, dan langsung akan dilatih keterampilan. Hal ini agar mereka memiliki skill atau keahlian untuk berwirausaha.
"Pemerintah daerah itu harus mempersiapkan diri. Tapi mudah-mudahan tidak terjadi PHK, walaupun tarif Donald Trump akan berdampak pada industri yang ada di Indonesia, termasuk di Brebes," kata Kepala Dinperinaker Brebes, Warsito Eko Putro, Kamis 21 Mei 2025.
BACA JUGA: 98 Pekerja di Brebes Kena PHK Massal, Dinperinaker Ungkap Penyebabnya
BACA JUGA: Hindari PHK Massal Tenaga Non-ASN, Komisi I DPRD Kabupaten Tegal Mendatangi Kemenpan RB
Dia menerangkan, AK1 Brebes juga akan disosialisasikan kepada para serikat buruh. Kartu ini juga bukan hanya untuk menyiapkan para pekerja PHK untuk berwirausaha. Namun juga bisa dipergunakan untuk mencari pekerjaan di tempat lain jika buruh kena PHK.
"Untuk pelatihan keterampilan yang kami siapkan ada banyak. Seperti menjahit, bengkel dan lainnya. Nanti mereka masuk IKM (industri kecil menengah)," lanjut dia.
Selain sosialisasi AK1 Plus, pihaknya juga meminta agar para karyawan atau pekerja pabrik bisa menambahkan dua anggota keluarganya masuk menjadi peserta BPJS Kesehatan. Hal ini untuk mendukung Kabupaten Brebes kembali meraih predikat Universal Health Coverage (UHC) yang saat ini baru 70 persen mengcover warga di Kabupaten Brebes.
"Saat ini warga yang baru tercover BPJS Kesehatan sekitar 70 persenan. Dengan mengajak dua orang keluarga diharapkan bisa 80 persen, terutama menambahkan bapak ibu mertua dan lainnya. Pekerja kita ada sekitar 77 ribu orang, kita berharap ada 120 ribu inventarisr sudah PBI. Atau juga mereka kerja," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

