Tanah Bergerak di Brebes, Kerusakan 104 Rumah di Desa Ini Semakin Parah
--
BREBES, radartegal.com - Kerusakan rumah di Desa Mendala, Kecamatan Sirampog akibat bencana tanah bergerak semakin parah. Hal ini disebabkan hingga Sabtu 19 April 2025 pagi pergerakan tanah masih terjadi di desa setempat.
Tidak hanya merusak rumah warga, pergerakan tanah di desa setempat juga merusak akses jalan di desa setempat. Apalagi kerusakan jalan tersebut amblas sedalam dua meter.
Seperti diketahui, bencana tanah bergerak di Desa Mendala saat ini terjadi di empat pedukuhan. Keempat pedukuhan itu yakni, Dukuh Babakan, Krajan, Karanganyar dan Dukuh Cupang Bungur.
Akibat kejadian tersebut, sedikitnya ada 104 rumah mengalami kerusakan. Sedangkan jumlah warga yang mengungsi akibat kejadian itu mencapai 367 orang. Ratusan warga tersebut mengungsi di tenda darurat dan sanak saudara di rumahnya aman.
BACA JUGA: Bencana Tanah Bergerak di Desa Mendala Brebes Rusak 36 Rumah Warga
BACA JUGA: Terdampak Bencana Tanah Bergerak, 353 Warga di Sirampog Brebes Terpaksa Mengungsi
Salah seorang warga Dukuh Kranjen Muhammad Slamet menyampaikan bahwa warga terpaksa meninggalkan rumah karena pada Sabtu dini hari tadi pergerakan tanah kembali terjadi.
“Kami harap pemerintah bisa segera merelokasi warga ke tempat yang lebih aman,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma yang meninjau langsung lokasi bencana mengatakan, sementara itu bersama dengan OPD terkait akan memonitor terkait kerusakan yang ada akibat bencana tersebut.
"Saya bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Dinperwaskim langsung turun ke lapangan. Ini tidak lain nanti Dinas PU menghitung kerusakan akses jalan berapa dan Dinperwaskim juga mencatat berapa rumah yang rusak. Kalaupun nanti direlokasi nanti akan kita hitung biayanya," jelasnya.
BACA JUGA: Korban Bencana Tanah Bergerak di Brebes Butuh Logistik, Pengungsi: Juga Obat-obatan
BACA JUGA: Bencana Tanah Bergerak di Brebes, 7 Rumah Warga Rajawetan-Tonjong Rusak
Meski begitu, pihaknya akan berkoordinasi dengan Badan Geologi yang akan melakukan kajian dan penelitian di lokasi bencana. “Jadi penelitian ini nantinya apakah di empat dusun itu masih bisa ditinggali atau tidak,” tutupnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


