Turun ke Sawah, Dandim Brebes: Harga Gabah di Bulog Rp6.500
Provinsi Jawa Tengah, ditarget bisa menyerap gabah petani sebanyak 383.144 ton dengan harga Rp6.500 per kg.(Istimewa)--
BREBES, radartegal.com - Provinsi Jawa Tengah, ditarget bisa menyerap gabah petani sebanyak 383.144 ton dengan harga Rp6.500 per kg. Namun, masih banyak petani yang memahami harga yang ditetapkan pemerintah itu.
Seperti petani di Desa Kubangpari, Kecamatan Kersana, Brebes mengaku baru mengetahui harga yang telah dipatok pemerintah. Mereka baru mengetahui saat Kodim 0713/Brebes bersama Kepala Gudang Bulog Cimohong, menawar gabah petani dengan harga layak, Rp6.500 per kg.
Dandim 0713/Brebes, Letkol Inf Sapto Broto mengawal penyerapan gabah petani di Desa Kubangpari Kecamatan Kersana, Brebes, Rabu 26 Februari 2025. Dandim menanyakan langsung kepada petani soal harga gabah yang ditetapkan pemerintah, namun masih banyak petani yang belum mengetahui harga tersebut.
"Pastikan para Babinsa bertanya langsung kepada petani soal harga. Ketika petani menjawab Rp6.500 berarti petani sudah mendapatkan informasi. Kami memastikan semua tim turun, petani harus mendapatkan harga gabah panen Rp 6.500 per kg," ungkapnya.
BACA JUGA: Produksi Gabah Kering Jateng Diprediksi Capai 4,8 Juta Ton Selama Februari-April 2025
BACA JUGA: Harga Gabah di Kabupaten Tegal Terjun Bebas, Petani Padi Menjerit
Dandim menyampaikan kalau semua pihak sudah turun semua, yakni melalui Babinsa turun dan langsung menemui petani. Namun, tidak semua petani bisa ditemui karena sebagian mereka sering berada di rumah, kadang pula di sawah. Pihaknya pun memastikan semua tim keliling ke seluruh Gapoktan dan petani untuk memastikan bahwa harga gabah.
"Yang namanya petani kan kadang ada yang di rumah ada yang di sawah, makanya kita turun. Kami keliling memantau untuk jaga harga gabah tidak jatuh. Gabah harus dibeli seharga Rp6.500 per kilo. Kalau ada bakul atau swasta yang beli di atas harga Rp6.500 silahkan, kalau tidak berani dengan harga itu, kami yang beli. Makanya kita turun," ungkapnya.
Sementara itu, seorang petani di Desa Kubangpari, Gunanjar mengatakan, beberapa hari lalu menjelang panen, ia didatangi banyak tengkulak yang menawar harga di bawah Rp6.500 per kg. Kebanyakan tengkulak justru menawar Rp6.200 per kg.
Namun dia pun tak melepas hasil panennya kepada tengkulak. Karena sebelumnya mendapat informasi bahwa pemerintah akan membeli dengan harga Rp6.500 per kg.
BACA JUGA: Harga Gabah Malah Anjlok, Petani di Kota Tegal Menolak Kebijakan Impor Beras
BACA JUGA: Bulog Jamin Bencana Banjir Tidak Berimbas Pada Penyerapan Gabah Kering Petani
"Kemarin harga dari para tengkulak menawar di bawah Rp6.500 per kg atau pasnya Rp6.200 per kg. Saya tahu harga gabah dari Bulog Rp6.500 itu dari teman saya yang dapat informasi dari Babinsa. Saya panen 2 hektar dengan produksi 17 ton," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



