Terbaru! Daftar Produk Kosmetik Ilegal Temuan BPOM 2025, Ada 91 Merek

Terbaru! Daftar Produk Kosmetik Ilegal Temuan BPOM 2025, Ada 91 Merek

KOSMETIK- Sebanyak 91 merek produk kosmetik ilegal berhasil dibongkar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI. -Tangkapan Layar-radartegal.disway.id

Radartegal.com- Sebanyak 91 merek produk kosmetik ilegal berhasil dibongkar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI. 

Dari temuan BPOM tersebut, ditaksir nilai keekonomiannya sebesar Rp31,7 miliar. Jumlah itu 10 kali lipat lebih tinggi dari tahun lalu, yakni Rp3 miliar.

Ratusan ribu produk yang ditemukan ini melanggar ketentuan BPOM. 

Baik itu mengandung bahan berbahaya termasuk etiket biru (17,4 persen), tanpa izin edar (79,9 persen), cara penggunaan tidak sesuai dengan definisi kosmetik atau injeksi (0,1 persen), dan produk kedaluwarsa (2,6 persen).

BACA JUGA: Naik 10 Kali Lipat! BPOM Bongkar Peredaran Kosmetik Ilegal Senilai Rp31,7 Miliar

BACA JUGA: Ciri-ciri Produk Kosmetik yang Berbahaya untuk Kulit, Jangan Salah Pilih

Sebanyak 91 merek kosmetik ditemukan pada program intensifikasi pengawasan kosmetik 2025 yang dilakukan pada 10-18 Februari 2025.

"Pada hasil intensifikasi ini, Badan POM menemukan pelanggaran dan dugaan kejahatan produksi dan distribusi kosmetik ilegal berjumlah sebanyak 91 merek, kemudian ada 4.334 item dengan 205.133 pcs," papar Kepala BPOM RI Taruna Ikrar pada konferensi pers di Jakarta, Jumat 21 Februari 2025.

60 Persen produk kosmetik ilegal merupakan barang impor

Dikutip dari Disway.id, temuan produk kosmetik ilegal tersebut didominasi oleh produk impor sebesar 60 persen.

Menurut Taruna Ikrar, terjadi pergeseran tren yang semakin meyebabkan kosmetik ilegal masif beredar di masyarakat.

BACA JUGA: Rekomendasi Toko Kosmetik Terlengkap di Tegal, dari Brand Ternama dan Produk dengan Harga Terjangkau

BACA JUGA: 7 Merk Barang Kosmetik Ini Bakal Diboikot! Dalih Kecaman Terhadap Produk Israel, Ada 1 yang Populer di Indo

"Saat ini terjadi pergeseran referensi konsumen terhadap kosmetik yang semakin tertarik pada berbagai (kosmetik) yang diedarkan secara online serta cenderung sangat terpengaruh oleh influencer dalam memilih dan menggunakan kosmetik," bebernya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait