Tergiur Pengadaan Makan Bergizi Gratis di Tegal, Warga Tertipu Hingga Rp335 Juta

Tergiur Pengadaan Makan Bergizi Gratis di Tegal, Warga Tertipu Hingga Rp335 Juta

Tempat makan (Ompreng) milik warga di Tegal yang menjadi korban penipuan oknum mengatasnamakan pelaksana program makan bergizi gratis--

TEGAL, radartegal.com - Seorang warga di TEGAL menjadi korban penipuan oknum yang mengatasnamakan pelaksana program makan bergizi gratis (MBG). Akibatnya, korban yang diketahui bernama Agus Matsani, 50 tahun warga Jalan Jombang RT 08 RW 02 Kelurahan Sumurpanggang, Kecamatan Margadana, Kota TEGAL menjadi harus menderita kerugian hingga Rp335 juta.

Saat ditemui salah satu awak media, Agus Matsani mengatakan awalnya dirinya bertemu dengan orang yang mengaku dari Badan Gizi Nasional (BGN) bernama Nono sekitar beberapa bulan lalu. Saat itu, orang tersebut menawarkan kepadanya untuk melaksanakan program MBG.

"Saya bertemu dengan oknum yang mengaku dari BGN, namanya Nono beberapa bulan lalu. Tepatnya di wilayah Kabupaten Tegal," katanya, Selasa 4 Februari 2025. 

Karena tertarik, kata Agus, dirinya kemudian membeli Ompreng sebanyak 5.000 dengan nominal Rp 335 juta. Bahkan dirinya sudah menyiapkan tempat untuk peralatan makan di bekas Warung Sate Kumis Kelurahan Cabawan, Kecamatan Margadana Kota Tegal.

BACA JUGA: Uji Coba Makan Bergizi Gratis di Kota Tegal Sukses, Begini Kata Sekda

BACA JUGA: Gladi Makan Bergizi Gratis di Kota Tegal Digelar di 6 SD, Uji Coba Dimulai 17 September 2024

Namun, kata Agus, dirinya mulai curiga telah menjadi korban penipuan saat dirinya menanyakan identitas orang tersebut. Tetapi tidak mau membuka diri.

"Bahkan saat dihubungi juga tidak bisa, tidak ada kejelasan. Karen saya sudah tidak percaya lagi, maka semua ompreng kami simpan," ujarnya.

Menanggapi kejadian itu, Camat Margadana, Kota Tegal, Ary Budi Wibowo menghimbau kepada warganya untuk selalu hati-hati. Jika menerima tawaran sebagai penyedia MBG yang merupakan program presiden Prabowo Subiyanto. 

Sebab, kata Ary, hingga saat ini pihaknya belum jelas juklak dan juknisnya. Dirinya memastikan pemerintah akan memberikan informasi lebih lanjut informasi terkait MBG setelah juklak dan juknisnya sudah dikeluarkan oleh pemerintah pusat.

BACA JUGA: Program Makan Bergizi Gratis Bakal Diujicobakan di Tegal

BACA JUGA: Hari Pers Nasional, 100 Anak Panti Asuhan Ikuti Makan Bergizi Gratis di Tegal

"Kami mengimbau masyarakat tetap harus waspada dan hati-hati. Utamanya, dlam menerima apapun bentuk tawaran atau proyek berbentuk MBG.

Menurut Ary, jika ada yang mengatasnamakan dari BGN sebaiknya berkoordinasi dengan pemerintah setempat. Bisa konfirmasi dengan Lurah atau Camat karena MBG merupakan program nasional.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: