KUR Mandiri 2026 Tembus Rp29,53 Triliun, 36.754 UMKM Sektor Produksi dan Pertanian Dominasi Kucuran Modal
KREDIT - Pelaku usaha UMKM sektor produksi memanfaatkan pembiayaan KUR Bank Mandiri untuk meningkatkan kapasitas usaha dan memperkuat rantai pasok ekonomi daerah. (foto: dok. bank mandiri region 7)--
Ringkasan Eksklusif:
- Kucuran dana secara nasional mencetak angka Rp29,53 triliun, mencapai 72,03% dari target tahunan dengan rekam jejak NPL sangat sehat di bawah 1%.
- Di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta, pembiayaan senilai Rp4,3 triliun sukses disalurkan kepada 36.754 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.
- Penyaluran didominasi oleh Sektor Produksi (64,48%), dengan sektor pertanian menyerap alokasi terbesar senilai Rp9,84 triliun.
- Sepanjang tahun berjalan, terdapat 157.839 debitur baru yang menandakan masifnya inklusi keuangan bagi pelaku usaha di akar rumput.
SEMARANG, radartegal.com - Akses permodalan seringkali menjadi tembok pembatas bagi pelaku usaha kecil untuk melompat lebih jauh di tengah ketatnya persaingan pasar. Namun, angin segar kini dirasakan oleh puluhan ribu pahlawan ekonomi daerah.
Hingga akhir Agustus 2026, pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank Mandiri telah menjadi urat nadi baru bagi 36.754 pelaku UMKM Jawa Tengah dan Yogyakarta, dengan total suntikan dana mencapai Rp4,3 triliun.
Langkah strategis ini bukan sekadar deretan angka di atas laporan neraca, melainkan wujud nyata transformasi perbankan dalam menjangkau masyarakat di tingkat akar rumput.
Di tengah dinamika ekonomi pascapandemi dan tantangan inflasi, kucuran dana segar ini langsung menyentuh urat nadi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah yang selama ini menjadi tulang punggung perputaran roda ekonomi daerah.
BACA JUGA: Korupsi Dana Pelunasan KUR di Pemalang, Mantan Mantri Bank BUMN Jadi Tersangka dan Ditahan
Pembiayaan bersubsidi ini terbukti secara langsung membuka pintu kesempatan bagi ribuan pengusaha lokal untuk memperluas ekspansi pasar, menambah serapan tenaga kerja, dan meningkatkan kapasitas produksinya.
Dominasi Sektor Produksi dan Ketahanan Pangan Nasional
Bank Mandiri secara sadar dan terukur mengarahkan fokus pembiayaannya pada sektor-sektor yang memberikan efek ganda (multiplier effect) bagi kemaslahatan masyarakat luas. Alih-alih sekadar mendorong sektor yang bersifat konsumtif, porsi pembiayaan ini dikawal ketat agar terserap maksimal ke dalam ekosistem produktif.
Komitmen terhadap penguatan sektor produktif ini tercermin dari komposisi penyaluran, di mana sebesar 64,48 persen atau Rp19,04 triliun pembiayaan mengalir ke Sektor Produksi. Sementara itu, 35,52 persen atau Rp10,48 triliun dialokasikan ke sektor nonproduksi.
Regional CEO Bank Mandiri Region VII, Iwan Tri Imawan, menegaskan bahwa strategi penyaluran ini dirancang secara khusus untuk menciptakan ekosistem usaha yang tangguh dan berkelanjutan. Penyaluran diarahkan untuk membuka akses pembiayaan yang dapat membantu pelaku usaha meningkatkan produktivitas, memperkuat kapasitas usaha, dan berkembang bersama ekosistem di sekitarnya.
BACA JUGA: Ketua Umum Perbanas Sebut Fundamental Perbankan Tetap Solid di Tengah Dinamika Global
“Bank Mandiri melihat bahwa pertumbuhan usaha pada sektor produksi berperan penting terhadap aktivitas perekonomian nasional. Ketika UMKM khususnya pada sektor produksi bertumbuh, maka terdapat peluang bagi pemerataan tingkat kesempatan kerja, peningkatan rasio nilai tambah, serta keberlangsungan ketahanan pangan sebagai bagian dari program strategis nasional. Karena itu, pembiayaan KUR kami arahkan untuk mendukung Sektor Produksi, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” ujarnya.
Secara rinci, menurutnya, sektor pertanian tampil sebagai primadona sekaligus penerima manfaat terbesar dengan penyaluran mencapai Rp9,84 triliun atau 33,32 persen. Angka ini secara berurutan diikuti oleh sektor jasa produksi sebesar Rp6,47 triliun (21,92 persen), serta industri pengolahan yang menyerap dana Rp2,28 triliun (7,75 persen).
Penyaluran komprehensif ini juga mencakup sektor perikanan sebesar Rp424 miliar (1,44 persen) dan sektor pertambangan sebesar Rp14,62 miliar (0,05 persen). Komposisi ini menunjukkan fokus perusahaan dalam memperluas pembiayaan terhadap sektor produksi yang terbukti memiliki peran paling vital dalam menyerap tenaga kerja.
Realisasi KUR Rp29,53 Triliun hingga Agustus 2026 Terjaga Sehat
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



