Jarak Tempuh Honda QC3 Rilis 145 Km: Apakah Sesuai Penggunaan Nyata?
Honda QC3 merupakan skuter listrik Honda dengan baterai 3 kWh dan klaim jarak tempuh hingga 145 kilometer berdasarkan IDC.--gemini ai
TEGAL, radartegal.com - Honda menghadirkan skuter listrik baru dengan kemampuan jarak tempuh panjang. Honda QC3 diklaim mampu mencapai 145 kilometer dalam sekali pengisian.
Skuter ini menggunakan baterai 3 kWh dengan sistem tanam. Honda juga membekalinya pengisian hingga 80 persen sekitar 2 jam 40 menit.
Namun, angka 145 kilometer merupakan hasil pengujian IDC. Jarak yang dicapai dalam penggunaan nyata dapat berbeda karena kondisi jalan dan gaya berkendara.
Mengapa Angka 145 Kilometer Menarik?
Jarak tempuh menjadi salah satu pertimbangan utama ketika memilih kendaraan listrik. Semakin jauh daya jelajahnya, semakin jarang pengendara perlu mengisi ulang baterai.
BACA JUGA: Kelebihan dan Kekurangan Honda QC3 2026, Motor Listrik Masa Depan yang Siap Temani Mobilitas Harian
BACA JUGA: Spesifikasi Motor Listrik Honda QC3 Terbaru, Bisa Tempuh 145 Km dalam Sekali Pengisian Daya
Honda QC3 dikembangkan sebagai skuter listrik keluarga untuk kebutuhan harian. Posisi tersebut membuat kapasitas baterai dan jarak tempuh menjadi bagian penting dari produknya.
Namun, angka pengujian tidak selalu sama dengan hasil perjalanan sebenarnya. Beban, kecepatan, kondisi lalu lintas, dan penggunaan fitur dapat memengaruhi konsumsi energi.
Seberapa Jauh Honda QC3 Bisa Melaju Sekali Cas?
1. Klaim 145 Km Berasal dari Pengujian IDC
Honda QC3 menggunakan baterai berkapasitas 3 kWh. Honda mencantumkan kemampuan hingga 145 kilometer berdasarkan siklus pengujian IDC pada materi resminya.
Angka tersebut bukan berarti setiap pengguna pasti mencapai jarak tersebut. Pengujian standar dilakukan dalam kondisi yang berbeda dari perjalanan sehari-hari.
BACA JUGA: Mobil Honda Bekas Murah di Bawah Rp100 Juta, Mana Pilihannya?
BACA JUGA: 5 Mobil Keluarga Honda Harga Rp70 Jutaan Bekas, Mesin VTEC Bandel & Kabin Lega!
Dalam penggunaan nyata, konsumsi energi dapat berubah mengikuti karakter perjalanan. Kecepatan tinggi dan beban lebih berat dapat meningkatkan kebutuhan energi.
Karena itu, angka 145 kilometer sebaiknya digunakan sebagai acuan spesifikasi. Pengendara tetap perlu memberikan jarak cadangan ketika merencanakan perjalanan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



