Sharp Giga Fest

Aksi Perempuan Balapulang Tegal Jaga Hutan Jati Demi Udara Bersih Anak Cucu

Aksi Perempuan Balapulang Tegal Jaga Hutan Jati Demi Udara Bersih Anak Cucu

BLUSUKAN - Sekelompok emak-emak pecinta lingkungan blusukan ke hutan Balapulang, Kabupaten Tegal, Selasa (21/7/2026).-Yeri Noveli/Radar Tegal Grup-

BALAPULANG, radartegal.com - Sekelompok perempuan yang tergabung dalam Persatuan Wanita Pecinta Lingkungan Balapulang Tegal memilih turun langsung ke kawasan hutan produksi KPH Balapulang, Selasa (21/7/2026). Langkah ini dilakukan sebagai respon nyata dalam menghadapi ancaman perubahan iklim sekaligus menjaga kelestarian alam bagi generasi mendatang.

Para anggota komunitas tersebut menelusuri Petak 50 RPH Kalibanteng BKPH Margasari. Di sana, mereka mempelajari seluruh tahapan tata kelola hutan secara berkelanjutan, mulai dari teknik penanaman, pemeliharaan, hingga prosedur pemanenan kayu yang ideal.

Tak hanya itu, edukasi lapangan ini juga membekali mereka dengan pengetahuan seputar strategi pencegahan kebakaran hutan, khususnya saat memasuki musim kemarau panjang.

Edukasi Lapangan dan Tanggung Jawab Bersama

Ketua Persatuan Wanita Pecinta Lingkungan Balapulang, Hj Maftukha, menegaskan pentingnya menanamkan rasa kepedulian terhadap lingkungan kepada seluruh lapisan masyarakat. Ia menilai, upaya menjaga keberlanjutan hutan bukan hanya tugas pemerintah atau Perhutani semata.

BACA JUGA:Perkuat Layanan Kesehatan Pantura Barat, Ahmad Luthfi Resmikan RS Swasta Kota Tegal

BACA JUGA:Revitalisasi Bahasa Jawa Tegal: Cara Dikbud Bentuk Karakter

"Alam saat ini membutuhkan perhatian kita semua. Kami ingin belajar bagaimana cara menanam, merawat hingga proses pemanenan yang benar, termasuk bagaimana mengatasi kebakaran hutan saat musim kemarau," ujar Hj Maftukha di sela-sela kegiatan.

Ia berharap, kelestarian hutan di kawasan Balapulang dapat terus dipertahankan secara konsisten. Langkah tersebut penting agar generasi penerus tetap dapat menikmati pasokan udara bersih dan oksigen berkualitas dari pepohonan yang terjaga.

Keseimbangan Ekosistem di Hutan Produksi

Administratur KPH Balapulang, Angkat Wijanto, menerangkan bahwa lokasi yang dikunjungi merupakan area hutan produksi tanaman jati tahun tanam 2002. Secara regulasi, fungsi hutan terbagi menjadi tiga kategori utama, yaitu hutan lindung, hutan konservasi, dan hutan produksi.

Meskipun berstatus hutan produksi untuk pemanfaatan hasil kayu, pengelolaannya tetap berpegang teguh pada prinsip keseimbangan lingkungan dan kelestarian ekosistem.

BACA JUGA:Bupati Cup 2026 Jadi Wadah Pembinaan Bibit Pesepak Bola Kabupaten Tegal

BACA JUGA:Jalan Sumbaga–Carul Longsor, Bupati Tegal Siapkan Rp400 Juta dari APBD Perubahan 2026

"Hutan produksi merupakan kawasan yang dimanfaatkan untuk hasil hutan kayu dengan izin resmi dari Kementerian Kehutanan. Namun pengelolaannya tetap mengedepankan aspek lingkungan, ekosistem, dan prinsip pengelolaan hutan berkelanjutan agar fungsi hutan serta keanekaragaman hayati tidak berkurang," kata Angkat Wijanto.

Dia menambahkan bahwa skema pengelolaan ini membawa dampak positif bagi perekonomian lokal. Perhutani secara aktif melibatkan warga setempat dalam berbagai tahap operasional, dari penanaman hingga pemanenan, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa mengorbankan fungsi ekologis hutan.

Sinergi Ekonomi Lewat Sistem Tumpangsari

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: