Tilik Desa Tahun 2026 di Desa Suradadi: Warga Usul Pelabuhan Nelayan 30 GT di Tegal
TILIK DESA- Pelaksanaan agenda Tilik Desa Tahun 2026 di Desa Suradadi ini dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal Amir Makhmud, yang bertindak mewakili Bupati Tegal karena sedang melaksanakan tugas kedinasan di luar daerah.--
SURADADI, radartegal.com– Pemerintah Kabupaten Tegal kembali menggulirkan program strategis bersentuhan langsung dengan masyarakat guna mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah pesisir Pantura. Mengusung konsep baru yang lebih inklusif, agenda kedinasan bertajuk Tilik Desa Tahun 2026 di Desa Suradadi sukses digelar secara khidmat pada Jumat 3 Juli 2026 malam.
Langkah ini menjadi wadah interaktif bagi jajaran birokrasi untuk menyerap berbagai bentuk aspirasi, keluhan infrastruktur, hingga mendekatkan akses pelayanan publik hingga ke tingkat pemerintahan desa.
Pelaksanaan agenda Tilik Desa Tahun 2026 di Desa Suradadi ini dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal Amir Makhmud, yang bertindak mewakili Bupati Tegal karena sedang melaksanakan tugas kedinasan di luar daerah.
Tidak sendirian, Sekda didampingi oleh jajaran kepala dari 13 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis. Kehadiran para kepala dinas ini bertujuan untuk mendengarkan langsung dinamika sosial warga sekaligus memberikan penjelasan serta solusi taktis di tempat sesuai dengan bidang tugas masing-masing.
BACA JUGA: Bupati Tegal Tilik Desa Bulakpacing, Dekatkan Pelayanan dan Serap Aspirasi Warga
BACA JUGA: Bupati Tilik Desa 2026 di Kupu Tegal: Dekatkan Layanan, Serap Aspirasi
"Program Tilik Desa Tahun 2026 di Desa Suradadi ini sengaja kami helat dengan format baru pada malam hari. Tujuannya adalah agar masyarakat yang beraktivitas mencari nafkah pada siang hari, seperti petani dan nelayan, memiliki kesempatan waktu yang lebih luas untuk hadir dan berdialog secara tatap muka langsung dengan pemerintah," tutur Amir Makhmud dalam sambutannya.
Sebelum dialog malam dimulai, rangkaian acara sudah dibuka sejak siang hari melalui penyediaan stan pelayanan publik gratis. Warga setempat memanfaatkan momentum ini untuk mengurus administrasi kependudukan (Adminduk), pemeriksaan kesehatan gratis, hingga layanan perbankan daerah. Selain itu, pemerintah daerah turut menyosialisasikan dua program penting nasional dan daerah, yaitu:
Sensus Ekonomi BPS
Mengajak warga memberikan data yang akurat demi kebijakan pembangunan tepat sasaran.
Program Sadesa (Satu Desa Satu Sarjana)
Kuliah gratis sampai lulus bagi anak-anak berprestasi dari keluarga kurang mampu.
Merespons kehadiran rombongan pemkab, Kepala Desa Suradadi Tri Susanto, menyampaikan apresiasi tinggi namun juga bersikap lugas dalam menyampaikan lembar aspirasi desanya.
Pihak pemerintah desa secara terbuka mengusulkan penanganan darurat terkait sistem drainase dan normalisasi saluran irigasi pertanian. Langkah ini dinilai mendesak guna mengurangi risiko bencana banjir tahunan yang kerap menggenangi areal persawahan dan merusak produktivitas komoditas padi milik petani lokal.
Suasana dialog kian dinamis saat perwakilan nelayan setempat, Andrianto, menyuarakan keluhan terkait ketiadaan fasilitas sandar kapal yang memadai di wilayah Kabupaten Tegal.
Selama ini, kapal-kapal nelayan lokal berukuran di atas 30 Gross Ton (GT) terpaksa harus berlabuh dan membongkar hasil tangkapan di pelabuhan Kota Tegal, padahal kontribusi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor bahari Suradadi tergolong sangat besar.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

