Kaji Manuskrip, Misi Penyelamatan Jejak Tegal dari Lembaran Tua yang Rapuh

 Kaji Manuskrip, Misi Penyelamatan Jejak Tegal dari Lembaran Tua yang Rapuh

SEJARAH- Sejarah tidak selalu tersimpan di balik tembok museum. Di Kabupaten Tegal, jejak masa lalu justru masih bersembunyi di lembaran-lembaran naskah tua yang mulai rapuh dimakan usia.-Yeri Noveli-

SLAWI, radartegal.com — Misteri perjalanan peradaban masa lampau di wilayah koridor Pantura Barat Jawa Tengah kini mulai dibuka kembali secara ilmiah. Guna merekonstruksi sejarah daerah agar tidak sekadar bertumpu pada tradisi lisan, Pemerintah Kabupaten Tegal melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disperpusip) resmi memulai proyek penelusuran besar untuk membongkar Jejak Tegal dari Lembaran Tua melalui kajian komprehensif terhadap berbagai manuskrip kuno.

Langkah strategis untuk membaca ulang Jejak Tegal dari Lembaran Tua ini dijadikan sebagai salah satu program prioritas demi melengkapi ruang-ruang kosong dalam sejarah lokal. Kepala Disperpusip Kabupaten Tegal Teguh Mulyadi, menegaskan bahwa lembaran-lembaran naskah kuno beraksara Pegon dan Hanacaraka yang selama bertahun-tahun tersimpan rapi tanpa sentuhan akademis, kini akan digali kembali esensinya agar bisa menjadi rujukan sejarah yang sahih dan dapat dipertanggungjawabkan.

Pihak Disperpusip memastikan langkah penyelamatan literasi ini tidak akan berjalan sendiri. Otoritas kearsipan daerah siap menggandeng para filolog profesional, akademisi lintas perguruan tinggi, sejarawan, hingga komunitas pegiat sejarah lokal untuk membedah anatomi teks serta kandungan nilai dari puluhan naskah kuno yang tersebar di wilayah Kabupaten Tegal.

"Masih banyak naskah asli yang berkaitan dengan sejarah, budaya, hingga perkembangan peradaban di Tegal yang perlu dikaji kembali. Kami ingin menggali sumber-sumber primer agar sejarah Tegal bisa disusun lebih utuh," jelas Teguh Mulyadi dalam keterangan resminya kepada awak media di Slawi, Rabu 1 Juli 2026.

BACA JUGA: Sejarah Tegal: Basis Kekuatan Mataram Islam yang Pernah Ditakuti VOC

BACA JUGA: 5 Jalan Ikonik di Kota Tegal yang Punya Cerita Menarik, dari Surga Kuliner hingga Kawasan Bersejarah

Berdasarkan inventarisasi awal, sejumlah manuskrip penting bernilai sejarah tinggi telah masuk ke dalam daftar prioritas riset. Salah satunya adalah Naskah Suluk milik Gus Mujib yang berada di wilayah Danawarih.

Ditulis menggunakan kombinasi aksara Pegon Jawa, manuskrip ini menyimpan piwulang, petuah moral, hingga rekam jejak spiritual para wali di Tanah Jawa. Temuan naskah suluk sejenis dengan signifikansi keagamaan tinggi juga ditemukan di kawasan Astanajambu Lebaksiu serta daerah Kalisalak.

Sorotan para peneliti juga tertuju pada Naskah Menak Amir Hamzah, sebuah khazanah sastra Islam Nusantara yang awalnya ditemukan di Masjid Tua Slerok dan kini dirawat oleh komunitas Lingkar Aksara Margadana. Tidak hanya itu, Disperpusip juga memperluas ekspedisi pencarian ke Rumah Arsip Naskah Nusantara (RANU) Indonesia, naskah kuno delapan juz di Desa Dukuhjati Kidul Kecamatan Pangkah, Naskah Rambang, Babad Pagedongan, hingga kompilasi naskah sejarah Cirebon yang memiliki relasi politik kuat dengan Tegal di masa lampau.

Bagi Teguh, penyelidikan mendalam ini bukan sekadar urusan membaca kertas tua yang mulai rapuh dimakan usia. Setiap lembar dokumen autentik tersebut memuat data primer mengenai sistem hukum, tatanan sosial, perkembangan ilmu pengetahuan, hingga konstelasi politik masa silam. Setelah proses transliterasi selesai, seluruh fisik manuskrip akan didokumentasikan secara digital dan diinventarisasi sebagai upaya pelestarian jangka panjang agar warisan intelektual asli daerah ini tidak musnah ditelan zaman serta dapat diwariskan kepada generasi muda.

BACA JUGA: Jasirah Heritage Cycling 2026: Geliatkan Wisata Sejarah Jateng

BACA JUGA: Sejarah Masjid Agung Tegal: Jejak Perjuangan, Dakwah, dan Arsitektur yang Sarat Filosofi

FAQ Penelusuran Jejak Tegal dari Lembaran Tua

Berikut adalah rangkuman informasi penting terkait proyek pengkajian manuskrip kuno di Kabupaten Tegal:

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait