Sharp Giga Fest

Puncak Kemarau, Ancaman Kebakaran Hutan dan Kekeringan Dibahas di Apel Kesiapsiagaan Brebes

Puncak Kemarau, Ancaman Kebakaran Hutan dan Kekeringan Dibahas di Apel Kesiapsiagaan Brebes

Ancaman kebakaran dan kekeringan menjadi topik pembahasan dalam Apel Kesiapsiagaan dan Pengecekan Sarana Prasarana pendukung di Halaman Kantor Pemerintahaan Terpadu (KPT) Kabupaten Brebes, Rabu 5 Agustus 2026.(istimewa)--

BREBES, radartegal.com- Ancaman kebakaran dan kekeringan menjadi topik pembahasan dalam Apel Kesiapsiagaan dan Pengecekan Sarana Prasarana pendukung di Halaman Kantor Pemerintahaan Terpadu (KPT) Kabupaten Brebes, Rabu 5 Agustus 2026.

Dalam sambutannya, Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma yang dibacakan Kapolres Brebes M. Ali Akbar, dari perkiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan Mei lalu, sejumlah wilayah di Brebes sudah memasuki musim kemarau. Dan bulan ini, sudah masuk puncak musim kemarau.

"Kondisi ini perlu kita antisipasi bersama, khususnya kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan," ujarnya. 

Dia menceritakan, pada 2023 lalu musibah kekeringan terjadi di 66 desa di 11 kecamatan dan pada tahun 2024 terjadi 32 desa di sembilan kecamatan.

BACA JUGA: Antisipasi Kebakaran Musim Kemarau di Tegal, Personel dan Peralatan Khusus Disiagakan

BACA JUGA: Kemarau Belum Capai Puncak, Sudah 43 Kebakaran Terjadi di Kabupaten Tegal Sepanjang 2026

"Dan di 2026 tepatnya di akhir Juli kemarin sudah ada empat desa di dua kecamatan yang mengajukan distribusi air bersih, serta enam titik kebakaran dan lahan yang telah ditangani. ini adalah sinyal bahwa kewaspadaan kita tidak boleh lengah," terangnya.

Karenanya, lewat kegiatan tersebut diharapkan bisa memperkuat koordinasi oleh seluruh elemen hingga ke tingkat desa. 

"Kesiapsiagaan tidak hanya tentang peralatan yang lengkap, tetapi juga tentang komunikasi yang cepat, kerja sama yang solid, dan kepedulian yang tumbuh dari hati," tuturnya. 

Dalam kesempatan itu, pihaknya juga mengajak semua elemen mulai dari pemerintah daerah, TNI, polri, dunia usaha, akademisi, media, hingga masyarakat, untuk terus menjaga kebersamaan dalam menghadapi potensi bencana.

BACA JUGA: Botol Bensin Jatuh Picu Kebakaran di Margasari Tegal, Tiga Kios Ludes Terbakar dalam 45 Menit

BACA JUGA: Satu Warga Meninggal, Bupati Tegal Salurkan Bantuan Lebih dari Rp20 Juta untuk Korban Kebakaran

"Mari kita saling menguatkan, saling mengingatkan, dan bergerak bersama demi keselamatan masyarakat brebes," ajaknya. 

Kepala BPBD Brebes Budhi Darmawan mengatakan, ancaman kekeringan hampir di semua kecamatan, tetapi hanya bersifat sedang. Adapun yang berat ada di wilayah selatan.

"Ada tujuh desa di wilayah selatan yang setiap harinya kita droping air bersih. Kalau untuk permintaan air bersih sudah meningkat, khususnya di pertengahan Agustus hingga Oktober nanti," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: