FPIK UPS Tegal Hadirkan Akademisi Filipina dalam International Guest Lecture tentang Blue Economy
KENANG-KENANGAN- Dr Nurjanah MSi, dekan FPIK UPS Tegal saat memberikan kenang- kenangan kepada salah satu peserta dari luar negeri.--
TEGAL, radartegal.com- Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) bersama Program Magister Manajemen Sumber Daya Perairan Universitas Pancasakti Tegal (MS DP UPS) sukses menggelar kegiatan International Guest Lecture bertajuk “Blue Economy in Mangrove Ecosystems: Synergy of Aquaculture and Coastal Resource Utilization.” Kegiatan ini menghadirkan Sylvester Tan Cortes, Ph.D., akademisi dari Cebu Technological University, Philippines, sebagai narasumber utama.
Kegiatan dilaksanakan pada Kamis, 23 Juli 2026, pukul 13.30–15.00 WIB, dengan metode hibrida. Menurut Humas UPS Tegal Fitrianto MPd, peserta luring mengikuti kegiatan di Aula Ki Hadjar Dewantara UPS Tegal, sedangkan peserta daring dapat bergabung melalui platform Zoom Meeting yang informasinya disampaikan kepada peserta terdaftar.
"Guest lecture ini membahas penerapan konsep ekonomi biru dalam pengelolaan ekosistem mangrove, khususnya melalui penguatan sinergi antara kegiatan akuakultur dan pemanfaatan sumber daya pesisir," ujarnya.
Pembahasan tersebut diharapkan dapat memberikan wawasan internasional mengenai strategi pemanfaatan sumber daya perairan yang produktif, berkelanjutan, dan tetap memperhatikan fungsi ekologis kawasan pesisir.
BACA JUGA: Pascasarjana UPS Tegal Gelar International Community Service Bersama New Uzbekistan University
BACA JUGA: Gebrakan Dies Natalis ke-46! FKIP UPS Tegal Sukses Gelar Education Expo 2026
"Rangkaian kegiatan meliputi pembukaan, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dan sambutan Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Pancasakti Tegal Dr. Ir. Nurjanah, M.Si., pemaparan materi oleh narasumber, serta sesi diskusi dan tanya jawab," imbuhnya.
Kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan sertifikat atau tanda apresiasi dan sesi foto bersama. Melalui kegiatan ini, UPS Tegal terus memperkuat kolaborasi akademik internasional serta mendorong pengembangan keilmuan di bidang perikanan, akuakultur, pengelolaan pesisir, dan ekonomi biru.
"Kehadiran akademisi dari Filipina juga diharapkan dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengelolaan sumber daya perairan berkelanjutan," tandasnya. (Agus Mutaalimin)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


