Pelajar dari Sekolah Amerika Beri Pelatihan di SDN Gembongdadi 01 Tegal, Sulap Minyak Jelantah Jadi Sabun
PELATIHAN - Raissa Afidia Mulyadi (tengah) foto bersama dengan para siswa SDN Gembongdadi 01, Kabupaten Tegal, usai memberikan pelatihan di sekolah tersebut, Senin 20 Juli 2026.-Yeri Noveli-
SURADADI, radartegal.com – Siapa sangka, limbah minyak jelantah yang selama ini dianggap tak berguna justru berubah menjadi sabun cuci tangan bernilai ekonomi. Inovasi itu dibawa langsung oleh seorang pelajar kelas XI SMA dari Amerika Serikat, Raissa Afidia Mulyadi, ke SD Negeri Gembongdadi 01, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal.
Kehadiran Raissa bukan sekadar mengajarkan cara membuat sabun. Ia datang membawa pesan tentang kepedulian lingkungan, kreativitas, hingga semangat berwirausaha kepada puluhan siswa sekolah dasar.
Meski berstatus warga negara Indonesia (WNI), Raissa telah lama tinggal di luar negeri mengikuti kedua orang tuanya yang bekerja sebagai insinyur di perusahaan multinasional.
Sejak kecil ia menempuh pendidikan di luar negeri, Raissa menyelesaikan pendidikan SD di British School Muscat Kesultanan Oman. Lalu melanjutkan pendidikan SMP dan SMA di Amerika Serikat sampai sekarang. Sehingga ia lebih fasih berbahasa Inggris. Saat menyampaikan materi maupun diwawancarai, penjelasannya diterjemahkan oleh penerjemah untuk memastikan ide-idenya dapat diterima dengan baik oleh para peserta dan siswa.
BACA JUGA: Bukan Cuma Mengajar, Guru SD di Tegal Kini Dibekali ilmu BK Khusus!
BACA JUGA: Bus Perpustakaan Keliling Soetta Diserbu Siswa SD di Tegal, Bawa Misi Pemerataan Literasi Desa
Raissa menjelaskan, sabun padat yang diajarkannya dibuat dari bahan-bahan sederhana, yakni minyak jelantah, minyak kelapa, dan sedikit lye atau soda api.
"Kami ingin menunjukkan bahwa limbah rumah tangga bisa diolah menjadi produk yang bermanfaat dan aman digunakan. Sabun ini sudah saya teliti dan saya uji berkali-kali," ujar Raissa melalui penerjemah.
Menurutnya, sabun tersebut tidak menggunakan pewarna maupun pewangi buatan. Aroma alami justru diperoleh dari bunga-bunga yang gugur dari pohonnya dan kulit buah, seperti kulit jeruk.
Sabun itu dipasarkan dengan nama "Mulai dari Sabun." Selain ramah lingkungan, biaya produksinya juga sangat murah sehingga mudah dipraktikkan oleh para pelajar.
BACA JUGA: 4 Tablet Murah untuk Belajar Anak Terbaik 2026, Cocok untuk SD hingga SMA
BACA JUGA: MPLS Ramah SD Ihsaniyah Gajahmada: Bangun Generasi Juara Berkarakter, Mandiri, dan Peduli Lingkungan
Raissa mengaku telah melakukan berbagai eksperimen di Amerika untuk memastikan kualitas sabun tersebut. Hasilnya, sabun dinyatakan aman digunakan baik oleh anak-anak maupun orang dewasa.
Tak berhenti pada proses produksi, Raissa juga mengajak para siswa berpikir lebih jauh. Ia mendorong mereka menjadikan hasil karya itu sebagai produk usaha.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



